24 jam perjalanan menuju kota bukit tinggi part IV

Sebelum nya “24 jam perjalanan menuju kota bukit tinggi part III”

Tujuan terakhir

Bandar togel – Waktu menunjukan pukul 13.00 wib , kami rasa sudah cukup puas untuk mengenal lubang jepang ini.
sedikit banyak kami belajar tentang sejarah indonesia yang pernah terjadi disini, mudah-mudahan monumen ini akan selalu aktif.
dan bisa memberikan pembelajaran dan edukasi kepada generasi sekarang.
setelah singgah beberapa menit saja, kami pun segera berfikir untuk mencari tujuan lain, sambil berjalan keluar meninggalkan tempat ini, akhirnya setelah lama membahas tempat mana yang akan di kunjungi lagi, “bagaimana kalau kita ke danau maninjau?”tanya si andi, aku ikut aja, lanjut” jawab ku..

(24 jam perjalanan menuju kota bukit tinggi)

Danau Maninjau dan kelok 44

Perjalanan yang akan kami tempuh ke maninjau kira-kira 1jam45 menit menurut google map pada saat itu, kami sempat berfikir ulang, “kalau kita pergi, kita sampai sana jam 3 kurang seperempat, yakin?’ tanya ku. “udah lanjut aja”, dengan penuh keyakinan andi menjawab. “oke siap” balas ku
kami pun mulai mengikuti alur yang di tunjukan oleh google map yang menuntun kami ke tempat tujuan , yaitu danau maninjau.
melewati jalan yang berbelok belok, mendaki dan menurun, menjadi salah satu moment keseruan pada saat itu, di tambah lagi suasana perdesaan yang menyugukan kami pemandangan eksotis membuat 1 jam 45 menit menjadi waktu yang sebentar, akhirnya kami masuk di kawasan padat penduduk, terlihat di setiap jalan banyak yang berjualan jagung bakar, kacang-kacangan, “banyak yang jual kacang” saut si andi “mungkin itu hasil perkebunan disini” jawab ku.
kami pun berhenti di salah satu kios yang menjual kacang kopek pada saat itu, seraya bertanya kepada bapak-bapak yang berjualan “danau maninjau masih jauh ya pak?’ tanya ku. “enggak itu di depan lurus aja sampai” jawab si bapak, yaudah terimakasih ya pak. bapak itu pun tersenyum
bener saja, setelah berjalan kurang dari 20 menit, kami pun melihat sebuah gapura yang menjadi pintu masuk danau maninjau

24 jam gapura pintu masuk danau maninjau

Setelah berjalan lebih kurang 10 menit dari gapura depan, akhirnya kami sampai di danau maninjau, perlu di ketahui, untuk melihat dan mendekat langsung ke danau, kita harus melewati kelok 44,  kelok 44 merupakan akses jalan menuju danau maninjau yang mempunyai 44 tikungan, lebih jelas nya bisa klik disini”kelok44″

Setelah sampai di kelok 44, kita pun bisa menikmati keindahan Danau ini.
pada saat itu kami hanya berhenti di kelok 43, satu turunan di atas nya, di karnakan keterbatasan waktu dan kondisi.
beginilah keindahan danau maninjau dari kelok 43,

keindahan danau maninjau dari kelok 43

Danau Maninjau

(24 perjalanan menuju kota bukit tinggi)

Danau maninjau adalah sebuah danau yang terhimpit oleh beberapa bukit yang berada di Kecamatan tanjung raya, Kabupaten Agam, provensi sumatra barat indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 km dari kota Padang dan 36 kilo meter dari kota bukit tinggi, info selengkap nya bisa di lihat disini Danau Maninjau”

 

24 jam menuju keindahan danau maninjau

Embun pagi Lawang park

Setelah beristirahat bersantai di kelok 43, kami pun berniat untuk pulang, dikarna kan mengejar senja yang tinggal beberapa jam lagi.
dalam perjalanan pulang tidak sampai 10 menit, andi pun teriak “haa ini puncak lawang yang ada di instagram kawan aku”
terus? apakah kita singgah? tanya ku” “iya coba kita singgah sebentar” jawab si andi dengan begitu semangat nya
akhirnya kami pun masuk di pintu gerbang dan berhenti di salah satu pos untuk membeli tiket masuk, masih tetap sama tarif tiap objek wisata hanya 10rb satu kepala pada saat itu,
kami pun berjalan,  terlihat banyak tempat bersantai dan ramai nya wisatawan yang berkumpul disitu, ternyata yang kami kunjungi adalah Lawang park (Taman lawang).
taman lawang merupakan salah satu tempat wisata maninjau yang memberikan kita pemandangan seraya di atas awan.
tidak hanya berada di bukit saja, disana juga menyediakan cafe, penginapan, warung dan lain-lain.

penginapan di lawang park buka 24 jam

rumah hobbit di taman lawang

keindahan danau maninjau di lihat dari Lawang park

Sesampai nya kami di taman lawang, antara sedih dan bahagia pada saat itu, seakan mulut sudah tidak bisa berkata apa – apa lagi, hanya rasa sukur yang tersampai kan dari dalam hati, betapa indah nya ciptaan mu.
kami puaskan duduk – duduk seraya menikmati pemandangan yang baru pertama kali dalam hidup kami.
dan akan tetap jadi moment yang paling indah dalam hidup kami, rasa bahagia yang luar biasa, susah senang, panas dingin , hambatan dan rintangan akhirnya terbalaskan di tempat ini.
sampai – sampai pada saat itu kami melupakan senja yang sudah bersiap buat meredupkan sinar nya.
tersentak aku teringat, “sudah jam berapa ini?” tanya ku, sudah jam 4 lewat, jawab andi. akhirnya yang tadi nya hanya ingin sekedar mampir, jadi lupa mau pulang
bisa di bayangin betapa indah nya negri di atas awan maninjau ini, serasa tidak mau kembali.

Kembali pulang

Teringat perjalanan dari dumai , melewati beberapa kota, adalah salah satu perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan, dari panas nya terik matahari, dingin nya hujan menjadi salah satu rintangan yang kami hadapi demi untuk melihat salah satu keajaiban dan keindahan di alam sumatra barat.

Akhirnya kami pun pulang dengan rasa bahagia yang luar biasa, sunsite seakan tersenyum dan berkata “Terima kasih” .
dan kami pun kembali ke bukit tinggi untuk mencari penginapan untuk beristirahat setelah full satu harian berjelajah di kota yang indah ini, dan menyiapkan diri untuk kembali ke kota dumai.

Banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari salah satu cerita indah di tahun 2016 itu,
24 jam perjalanan, susah senang, rasa syukur, pengalaman, semuanya menjadi satu. Setiap hal yang kita yakini tidak mungkin,
“semua akan menjadi nyata jika kita terus berusaha dan mencoba, serta di iringi doa”
karna pada dasar nya “di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, sekarang hanya mau atau tidak nya”
“gak ada kesuksesan yang instan, semua keindahan dan kebahagiaan berawal dari cobaan dan rasa sakit”

“24 jam perjalanan menuju kota bukit tinggi”
penulis: A.A

Share This Article