24 jam perjalanan menuju Kota Bukit Tinggi

Bandar togel – Kenangan 24 jam yang bermula pada tahun 2016 itu memberikan sebuah kisah yang sangat berkesan, dan semuanya berawal dari sini,

Awal yang tidak terduga

Dumai, 10.00 WIB , pada saat matahari mulai kembali mengepakan sinar nya, di kala itu aku masih sedikit menyimpan semangat ku ,
masih ku banggakan malas ku untuk menikmati teriknya sinar matahari dan mencoba menenangkan diri ku buat beristirahat dengan tenang, badan ku seakan sudah mencapai batas maksimal, setelah 24 jam menikmati hari besar yang di selenggarakan umat muslim di dunia, dan hari itu ialah hari raya idulfitri, rutinitas umat muslim menjadi lebih sibuk dari biasanya.

Tepat jam  11.00 WIB terdengar suara kelakson “tiittt ttitttt ttittt” , tersentak  ku terbangun dan segera berjalan meninggalkan kamar, sudah ku duga” ternyata sahabat ku yang datang. “ada apa ndi ?” tanya ku, dengan nada biasa dan santai nya dia menjawab “Sumbar yuk?” , terdiam ku sejenak, “Sumbar padang?” tanya ku”. “iya cuma sampai bukit tinggi aja” saut Andi. dan setelah ku berfikir sejenak, “oke ayuk”, sambil tertawa ragu.

Modal nekat

(perjalanan 24 jam menuju Bukit Tinggi, sumbar)

Setelah bersiap-siap yang tak kurang dari satu jam, dan dengan hanya membawa peralatan dan baju seadanya , modal nekat kami pun dimulai, pada pukul 12.30 waktu indonesia barat, kami pun memulai perjalanan dari Dumai menuju bukit tinggi sumatra barat dengan hanya menggunakan sepeda motor, tanpa sepengetahuan sama sekali, tanpa tau jalan , arah dan bener – bener ini pertama kali melakukan perjalanan jauh seumur hidup. suasana pada siang itu sangat terik, seakan matahari tidak rela membiarkan kami pergi, pada saat itu aku yang membawa motor pertama kali, ku nikmati perjalan yang luar biasa panas, dan akhirnya tak terasa 1 jam pun berlalu dan kami sampai di kota duri, satu kota berhasil di lewati.

Persinggahan

“perjalanan 24 jam menuju sumbar”
Jalan di kota bangkinang ini, sempat kami lewati

Setelah melewati kota duri, kurang lebih 2 -3 jam sampai lah kami di kota kandis, di kota kandis.kami berhenti sejenak ,
seraya menghilangkan dahaga yang pada saat itu terik matahari seakan berada di pucuk,
“gimna, lanjut?” andi bertanya kepada ku. “gass poll” jawab ku
dan kami mulai berjalan kembali sambil menikmati pemandangan yang sama sekali belum pernah kami lihat. tanpa kami sadari jam sudah menunjukan 17.00 wib , dan tak terasa perjalanan kami sudah 5 jam, dan sampai lah kami di Kota Bangkinang.
kami pun makan di salah satu rumah makan padang di kota bangkinang, suasana yang seakan asing, menambah pengalaman yang kami dapatkan di kota itu, berhenti sekitar setengah jam, sudah sangat puas mengenal kota ini walaupun cuma sebentar.

Pembangkit Listrik Tenaga Air

Dan kami memutuskan untuk lanjut lagi pada saat itu, jam sudah menunjukan pukul 17.30 wib, kami pun bergegas mengejar tenggelam nya matahari pada saat itu, sambil menikmati pemandangan yang khas, serta lembu-lembu peliharaan yang di lepas begitu saja, menjadi pemandangan yang begitu eksotis, “liat ndi, lembu nya di biarkan aja, kalau di dumai udah hilang ni” canda ku, andi pun tertawa “hahha”
senja mulai muncul, dan kami terhenti, pandangan terfokus kesana, “apa itu, tanyaku, andi menjawab, itu adalah pembangkit listrik tenaga air. (perjalanan 24 jam menuju Bukit Tinggi, sumbar)

pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

pembangkit listrik tenaga air (PLTA) itu berada di Kab Kampar, tepat nya di daerah Rantau Berangin, desa Koto panjang.

Tenggelam nya Matahari

Setelah menikmati keindahan PLTA di koto panjang, kami lanjut kan perjalan, seiring berjalan dan menikmati pemandangan, matahari pun sudah menutup tugas nya, cahaya dan sinar berubah menjadi kegelapan , perlahan lahan angin pun menyambut dengan dingin nya, kami pun segera mencari mesjid , di saat itu azan sudah berkumandang, seraya beribadah, kami pun beristirahat sejenak disana, mengisi kering nya dahaga, dan menghisap sedikit asap , melemas kan sendi” yang sudah mulai tegang. setelah beberapa saat, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, dan pada sat itu keadaan langit sudah menghitam dan bersiap buat melapaskan tetes demi tetes air.
ya benar saja, setelah satu jam perjalanan, air pun turun dari atas.
tetes demi tetes membasahi baju kami, lama kelamaan air nya mulai deras dan memaksa kami harus mencari tempat persinggahan. masih teringat hujan yang begitu kuat dan di barengi dengan angin yang sangat kencang terjadi di jalan lintas sumbar , tepat nya pada pukul 21.00 WIB .

Selanjutnya, klik disini “Perjalanan 24 jam ke Kota Bukit Tinggi part II”

Share This Article